Tari Tradisional Adat Karo

Suku Karo mempunyai beberapa tari tradisional, di antaranya:

1. Piso Surit

Piso dalam bahasa karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo. Sebenarnya Piso Surit adalah nama sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil seseorang dan kedengaran sangat menyedihkan.

Tarian Piso Surit adalah tarian yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil.

Lagu Piso Surit Diciptakan Oleh Djaga Depari salah seorang tokoh masyarakat karo sekaligus komponis nasional pada masa orde lama.


2. Lima Serangkai

3. Terang Bulan

Tutur Siwaluh

Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo, yang berhubungan dengan penuturan, yaitu terdiri dari delapan golongan:

1. puang kalimbubu

2. kalimbubu

3. senina

4. sembuyak

5. senina sipemeren

6. senina sepengalon/sedalanen

7. anak beru

8. anak beru menteri


Dalam pelaksanaan upacara adat, tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompok-kelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:

1. Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang

2. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu, kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:

a. Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua, yaitu kelompok pemberi isteri kepada kelompok tertentu, yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adalah dari keluarga tersebut. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung.

b. Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah, karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya.

c. Kalimbubu iperdemui, berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan.

3. Senina, yaitu mereka yang bersaudara karena mempunyai merga dan submerga yang sama.

4. Sembuyak, secara harfiah "se" artinya satu dan "mbuyak" artinya kandungan, jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga, dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat).

5. Sipemeren, yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Bagian ini didukung lagi oleh pihak siparibanen, yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara.

6. Senina Sepengalon atau Sendalanen, yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama.

7. Anak beru, berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu, dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain, seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri.Anak beru ini terdiri lagi atas:

a. anak beru tua, adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Anak beru tua adalah anak beru yang utama, karena tanpa kehadirannya dalam suatu upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya, maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara), karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat.

b. Anak beru cekoh baka tutup, yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Misalnya Si A seorang laki-laki, mempunyai saudara perempuan Si B, maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama.

8. Anak beru menteri, yaitu anak berunya anak beru. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk, mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Ada pula yang disebut anak beru singkuri, yaitu anak berunya anak beru menteri. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat.



disadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Karo

Rakut Sitelu

Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga), yang berarti ikatan yang tiga. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu:

1. kalimbubu
2. anak beru
3. senina

Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri, anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri, dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti.

disadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Karo

Lirik Lagu Terang Bulan

"Terang Bulan"

Endeken kami lagu siterang bulan turang la megogo
Endeken kami lagu siterang bulan turang la megogo
Tare-tarena bintang mergaris-garis

Pala-palana kita nggo erkuan turang la megogo
Pala-palana kita nggo erkuan turang la megogo
'de sirang ningen pagi kami ngandung tertangis
Enda adina sirang pagi kami ngandung tertangis

Lagu siterang bulan turang morah ate
Lagu siterang bulan bulanna meganjang
Enggo kita erkuan turang morah ate
Enggo kita erkuan ulanai kita sirang
Ula kita sirang...

Langit meratah bintang margore-gore
turang la megogo
Langit meratah bintang margore-gore
turang la megogo
Bulan meganjang turang
bulan belah purnama

Arih-arihta pedah kel gelah jore
turang la megogo
Arih-arihta pedah kel gelah jore
turang la megogo
gelah ula lasam turang
kita rusur ngerana
gelah ula lasam turang
kita rusur bage ngerana

Lagu siterang bulan turang la megogo
Lagu siterang bulan ngara sepuluh
Jenda kita erkuan o turang mesayang
Ula min lasam kita melawen tunduh
Ula min lasam...

Lirik Gelombang Erdeso

Gelombang Erdeso

Nehen lah gelombang erdeso
I Embus Anginna Si Lumang
Wari Pe bage Ku Gelapna
Bulan Pe Ku Sundutna
Wari Pe bage Ku Gelapna
Bulan Pe Ku Sundutna

Si man timanken pe lalap la jumpa
I ja kam ndube nari ma iting
Perdalanku pe termampa-mampa
Ndarami kena turang
Perdalanku pe termampa-mampa
Ndarami kena turang

Nehen lah ukurku bage ningku bandu
o turang mama kel itingna
Layasi ukurku bage ningku bandu
o turang bere kel nanginna


Kundul ka nande karondu sisada
I tepi gelombang erdeso
Mambur iluhku mambur ku pusuh
Nimaisa kena turang
Mambur iluhku maler ku pusuh
Nimaisa kena turang


nb : sebagian dari kata2 di atas bisa saja berbeda, tergantung dari si penyanyi...