Lirik Lagu Terang Bulan

"Terang Bulan"

Endeken kami lagu siterang bulan turang la megogo
Endeken kami lagu siterang bulan turang la megogo
Tare-tarena bintang mergaris-garis

Pala-palana kita nggo erkuan turang la megogo
Pala-palana kita nggo erkuan turang la megogo
'de sirang ningen pagi kami ngandung tertangis
Enda adina sirang pagi kami ngandung tertangis

Lagu siterang bulan turang morah ate
Lagu siterang bulan bulanna meganjang
Enggo kita erkuan turang morah ate
Enggo kita erkuan ulanai kita sirang
Ula kita sirang...

Langit meratah bintang margore-gore
turang la megogo
Langit meratah bintang margore-gore
turang la megogo
Bulan meganjang turang
bulan belah purnama

Arih-arihta pedah kel gelah jore
turang la megogo
Arih-arihta pedah kel gelah jore
turang la megogo
gelah ula lasam turang
kita rusur ngerana
gelah ula lasam turang
kita rusur bage ngerana

Lagu siterang bulan turang la megogo
Lagu siterang bulan ngara sepuluh
Jenda kita erkuan o turang mesayang
Ula min lasam kita melawen tunduh
Ula min lasam...

Lirik Gelombang Erdeso

Gelombang Erdeso

Nehen lah gelombang erdeso
I Embus Anginna Si Lumang
Wari Pe bage Ku Gelapna
Bulan Pe Ku Sundutna
Wari Pe bage Ku Gelapna
Bulan Pe Ku Sundutna

Si man timanken pe lalap la jumpa
I ja kam ndube nari ma iting
Perdalanku pe termampa-mampa
Ndarami kena turang
Perdalanku pe termampa-mampa
Ndarami kena turang

Nehen lah ukurku bage ningku bandu
o turang mama kel itingna
Layasi ukurku bage ningku bandu
o turang bere kel nanginna


Kundul ka nande karondu sisada
I tepi gelombang erdeso
Mambur iluhku mambur ku pusuh
Nimaisa kena turang
Mambur iluhku maler ku pusuh
Nimaisa kena turang


nb : sebagian dari kata2 di atas bisa saja berbeda, tergantung dari si penyanyi...

Lirik Lagu Taneh Karo Simalem

ne saya bagi- bagi lirik lagu "Taneh Karo Simalem" , maap turang, senina, bibi, bengkila kalo ada kata -kata yang salah ya.... hi..hi..hi..

"Taneh Karo Simalem"

kutatap ras kutulihken
taneh ingan kemulihen
kujabu kutengah-tengah bage
taneh karo mejile
o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

meganjang kel beritana
sebelang-belang dunia
mehamat kel kap jelmana kerina
sada pe la lit si jegirna
o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

Reff:
i kepar lawit siapai kin ndia
kecibalenku kin gia
keleng kel ateku ia
lakap erleka-leka

o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem



meganjang kel beritana
sebelang-belang dunia
mehamat kel kap jelmana kerina
sada pe la lit si jegirna
o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

o taneh karo simalem
inganta cio cilinggem

Reff

Kain Adat Tradisional Karo


Kain adat tradisional Karo (Uis Adat Karo) merupakan pakaian adat yang digunakan dalam kegiatan budaya suku karo maupun dalam kehidupan sehari-hari. Uis Karo memiliki warna dan motif yang berhubungan dengan penggunaannya atau dengan pelaksanaan kegiatan budaya. Pada umumnya Uis Adat Karo dibuat dari bahan kapas, dipintal dan ditenun secara manual dan menggunakan zat pewarna alami (tidak menggunakan bahan kimia pabrikan). Namun ada juga beberapa diantaranya menggunakan bahan kain pabrikan yang dicelup (diwarnai) dengan pewarna alami dan dijadikan kain adat Karo. Beberapa diantara Uis Adat Karo tersebut sudah langka karena tidak lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari, atau hanya digunakan dalam kegiatan ritual budaya yang berhubungan dengan kepercayaan animisme dan saat ini tidak dilakukan lagi. Berikut beberapa contoh Uis Adat Karo:

Uis Jongkit dilaki

Uis Gatip Jongkit menunjukkan karakter kuat dan perkasa. Digunakan sebagai pakaian luar bagian bawah untuk Laki-laki yang disebut gonje (sebagai kain sarung). Kain ini dipakai oleh Putra Karo untuk semua upacara Adat yang mengharuskan berpakaian Adat Lengkap.




Uis Julu diberu

Untuk pakaian wanita bagian bawah (sebagai sarung) untuk upacara adat yang diharuskan berpakaian adat lengkap.




Uis Jujung-jujungen

Kain ini dipakai hanya untuk lapisan paling luar penutup kepala wanita (tutup tudung) dengan umbai-umbai emas pada bahagian depannya.




Uis Kelam-kelam

Kain ini bukan kain tenun manual, tapi hasil pabrik tekstil yang dicelup warna hitam menggunakan pewarna alami. Penggunaan :

* penutup kepala wanita Karo (tudung teger) waktu pesta adat dan pesta guro-guro aron.

* Kain ini juga digunakan sebagai tanda penghormatan kepada puang kalimbubu pada saat wanita lanjut usia meninggal dunia (morah-morah)




Uis Arinteneng

Penggunaan :

* Alas pinggan pasu yang dipakai pada waktu penyerehan mas kawin

* Alas piring makan pengantin saat makan bersama dalam satu piring pada malam hari usai pesta peradatan (man nakan persadan tendi/mukul)




Uis Pementing

Kain ini dipakai Pria Karo sebagai ikat pinggang (benting) pada saat berpakaian Adat lengkap dengan menggunakan Uis Julu sebagai kain sarung.




Uis Gatip Jongkit

Uis Gatip Jongkit menunjukkan karakter Teguh dan Ulet. Penggunaan :

* Sebagai Penutup Kepala wanita Karo (tudung) baik pada pesta maupun dalam kesehariannya.
* Untuk beberapa daerah, diberikan sebagai tanda kehormatan kepada kalimbubu pada saat wanita Karo meninggal Dunia (Maneh-maneh dan morah-morah).




Uis Nipes Padang Rusak

Kain ini dipakai untuk selendang wanita pada pesta maupun dalam sehari-hari.



Uis Teba

Penggunaan :

* Kain ini dipakai wanita Karo lanjut usia sebagai tutup kepala (tudung) dalam upacara yang bersifat duka cita

* Pada beberapa daerah, kain ini dijadikan sebagai tanda rasa hormat kepada Kalimbubu (Maneh-maneh) pada saat orang yang sudah lanjut usia meninggal.




Uis Nipes Mangiring

Kain ini dipakai wanita Karo sebagai selendang bahu dalam upacara adat duka cita




Uis Beka Buluh

Uis Beka Buluh memiliki ciri Gembira, Tegas dan Elegan. Kain Adat ini merupakan Simbol Wibawa dan tanda kebesaran bagi seorang Putra Karo. Penggunaan:

* Sebagai Penutup Kepala. Pada saat Pesta Adat, Kain ini dipakai Pria/putra Karo sebagai mahkota di kepalanya pertanda bahwa untuk dialah pesta tersebut diselenggarakan. Kain ini dilipat dan dibentuk menjadi Mahkota pada saat Pesta Perkawinan, Mengket Rumah (Peresmian Bangunan), dan Cawir Metua (Upacara Kematian bagi Orang Tua yang meninggal dalam keadaan umur sudah lanjut).

* Sebagai Pertanda (Cengkok-cengkok /Tanda-tanda) yang diletakkan di pundak sampai ke bahu dengan bentuk lipatan segi tiga.

* Sebagai Maneh-maneh. Setiap putra karo dimasa mudanya diberkati oleh Kalimbubu (Paman, Saudara Laki-laki dari Ibu, Pihak yang dihormati) sehingga berhasil dalam hidupnya. Pada Saat kematiannya, pihak keluarga akan membayar berkat yang diterima tersebut dengan menyerahkan tanda syukur yang paling berharga kepada pihak kalimbubu tadi yakni mahkota yang biasa dikenakannya yaitu Uis Beka Buluh.




Uis Ragi Barat / Ragi Mbacang

Penggunaan :

* Dipakai untuk selendang wanita pada acara yang bersifat sukacita maupun dalam keseharian.
* Lapisan luar pakaian wanita bagian bawah (sebagai kain sarung) untuk kegiatan pesta sukacita yang diharuskan berpakaian adat lengkap.




Uis Nipes Benang Iring

Kain ini dipakai untuk selendang wanita pada upacara yang bersifat duka cita.



Makanan Khas Daerah Karo


Dibawah ini terdapat beberapa contoh makanan khas karo yang dapat saya peroleh. Mungkin makanan ini terasa asing bagi anda yang bukan merupakan etnis karo. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mengenai beberapa makanan khas karo :


Terites

Terites merupakan salah satu makanan Khas Masyarakat karo…dimana makan ini terbuat dari berbagai jenis sayuran dan berisikan oleh jeroan atau bagian dalam Sapi, Kerbau, atau kambing.Bahan dasar dari makanan ini adalah rumput yang terdapat pada perut besar Sapi, Kerbau, atau Kambing….

Rumput yang digunakan belum jadi kotoran karena rumput ini diambil bukan dari usus besar nya atau bagian sistem pencernaan. Rumput ini masih segar karena ketika kerbau atau sapi memakan rumput maka rumput yang baru di mamah di mulut akan ditelan dan dimasukan kedalam lumbung penyimpanan (perut besar) dimana kemudian akan di mamah kembali baru rumput tersebut akan di masukan kebagian pencernaan. Nah di kantung penyimpanan itulah rumput tersebut di ambil.

Terites ini merupakan makanan khas yang biasanya dibuat atau di ajikan pada saat pesta besar seperti Merdang Merdem (Pesta Panen Tahunan). Memang kalau dilihat dari warna kaldu dan aromanya yang menyengat dan khas maka kita akan enggan memakannya, tetapi menurut orang Tua dan masyarakat yang pernah merasakan masakan ini hampir seluruhnya mengatakan bahwa makanan ini enak dan menggugah selera makan artinya kalau sekali coba akan minta terus, dan dapat menjadi obat bagi penyakit lambung.



CIMPA..

Cimpa begitu Masyarakat Karo menyebutnya, kue ini sepintas atau bisa dikatakan hampir mirip dengan kue Unti. Kue ini terbuat dari beras ketan merah sebagai bahan utamanya, sebagai isinya mengunakan gula yang di campur dengan kelapa parut, dan sebagai baju luarnya pada umumnya mengunakan daun pisang atau semacam daun palem tapi saya kurang tau jenisnya yang mana.

Seiring dengan cita rasa manusia yang semakin berkembang, maka cita rasa dari Cimpa ini pun makin beragam, banyak yang menambahkan isinya dengan cita rasa buah lain seperti durian, jadi campuran isi dari kue Cimpa ini selain gula batak dan kelapa parut yang di sangrai ditambahkan dengan rasa buah lainnya, dan dapat menciptakan rasa dan aroma baru dari Cimpa tersebut. Ada lima jenis cimpa yaitu, cimpa tuang, cimpa gulame, cimpa bicara siang (matah), cimpa unung-unung, cimpa lepat. Kue Khas Suku Karo ini biasa di sajikan bila ada pesta-pesta, baik itu pesta pertemuan kelaurga (Perpulungen), sampai pesta adat yang besar seperti perkawinan atau kerja tahun(Merdang merdem), pesta memasuki rumah baru. Sehingga Cimpa ini bisa disebut juga kue yang bisa kita dapat dan nikmati kala ada pesta, perpulungan, atau acara besar lainya, maka bisa dikatakan Cimpa merupakan salah satu simbol dari kekhasan makan Karo.